MAJALENGKA – Memasuki usia ke-186, Kabupaten Majalengka menegaskan posisinya sebagai daerah yang terus bergerak maju. Peringatan Hari Jadi tahun 2026 tidak hanya menghadirkan nuansa historis, tetapi juga menampilkan capaian pembangunan yang semakin nyata di berbagai sektor.
Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang Majalengka sekaligus penanda fase baru transformasi daerah.
Penetapan Hari Jadi, Kepastian Sejarah Daerah
Pemerintah daerah secara resmi menetapkan 11 Februari sebagai Hari Lahir Majalengka melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025. Keputusan ini lahir dari kajian akademik mendalam yang menelusuri akar sejarah Majalengka secara komprehensif.
Langkah tersebut memperkuat identitas daerah, memberikan kepastian historis, serta menjadi dasar moral dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.
Pertumbuhan Ekonomi Tunjukkan Tren Positif
Majalengka mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 9,01% pada triwulan II 2025. Angka ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi, pergerakan sektor usaha, serta daya tarik investasi yang semakin kuat.
Kemudahan layanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) turut mendorong realisasi investasi hingga lebih dari Rp3,4 triliun. Kondisi ini membuka peluang ekspansi usaha sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Investasi Mengalir, Peluang Kerja Bertambah
Masuknya investasi berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Program MATA HATI berhasil menghadirkan lebih dari 15 ribu peluang kerja baru, termasuk kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah terus mendorong sinergi dengan dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Infrastruktur Semakin Mantap
Perbaikan infrastruktur menjadi prioritas strategis. Saat ini sekitar 88% jalan kabupaten berada dalam kondisi mantap, mendukung konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
Di sektor pendidikan, ratusan ruang kelas telah direhabilitasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. Program Rutilahu juga terus digencarkan guna meningkatkan kualitas hunian warga.
Indikator Sosial Kian Menguat
Majalengka menunjukkan perkembangan positif dalam aspek sosial. Tingkat kemiskinan mengalami tren penurunan, sementara inflasi tetap terkendali.
Gerakan sosial GEMA INSAN berhasil menghimpun dana infaq dan sedekah lebih dari Rp2 miliar, yang kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. Program ini memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu kelompok rentan.
Prestasi Tata Kelola Pemerintahan
Majalengka kembali mencatatkan kinerja membanggakan di bidang tata kelola. Kabupaten ini meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 12 kali berturut-turut, meningkatkan IPM menjadi 72,37 poin, serta memperoleh Indeks SPBE dengan predikat sangat baik.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi reformasi birokrasi, transparansi keuangan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Agenda Prioritas Tahun 2026
Memasuki tahun pembangunan 2026, pemerintah daerah memfokuskan program pada:
- Percepatan penanggulangan kemiskinan
- Penurunan angka stunting
- Penguatan sektor pendidikan
- Digitalisasi layanan publik
- Pemberdayaan ekonomi desa
Strategi ini diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Semangat Kolaborasi Menuju Majalengka Langkung SAE
Tema Hari Jadi ke-186, “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi, dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE”, mencerminkan optimisme kolektif masyarakat.
Majalengka menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi fondasi kuat untuk melangkah menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.