MAJALENGKA – Peringatan Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) berlangsung penuh khidmat di Kabupaten Majalengka, Senin (23/2/2026). Acara ini mendapat perhatian nasional setelah Kapolri Listyo Sigit Prabowo hadir langsung di Pondok Mufidah Santi Asromo.
Kehadiran Kapolri mempertegas pentingnya kolaborasi ulama dan Polri dalam menjaga persatuan, keamanan, serta stabilitas sosial. Momentum milad organisasi Islam bersejarah ini juga menjadi ruang silaturahmi antara tokoh agama, aparat negara, dan masyarakat.
Milad PUI Bukan Sekadar Seremonial
Sejak awal acara, suasana religius terasa kuat. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an, intisab PUI, serta doa bersama mengiringi jalannya kegiatan. Para santri, ulama, dan tamu undangan mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.
Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga refleksi perjalanan panjang organisasi dalam kontribusi keagamaan dan kebangsaan.
Kapolri: Ulama Punya Peran Sentral
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa ulama memiliki posisi strategis dalam memperkuat harmoni sosial. Ia menilai pesan damai, toleransi, serta persatuan yang disampaikan tokoh agama mampu menjaga keseimbangan masyarakat di tengah tantangan zaman.
Kapolri juga menyoroti pentingnya menjaga kebersamaan antara elemen bangsa agar stabilitas nasional tetap terjaga.
Bantuan Sosial untuk Masyarakat dan Santri
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolri menyerahkan secara simbolis 2.000 paket bantuan sosial. Bantuan tersebut menyasar masyarakat sekitar dan lingkungan pesantren.
Paket bansos berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, dan mi instan. Langkah ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dihadiri Tokoh Agama dan Forkopimda
Milad PUI turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk jajaran Majelis Syura PUI dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Majalengka. Kehadiran mereka memperkuat pesan persatuan dan sinergi lintas sektor.